STUDI KASUS TOKO ABC
No. Faktur :
Tanggal : Kepada :
|
No. |
Nama |
Jumlah |
Harga |
Total |
|
|
|
|
|
|
|
|
Total Bayar |
|
||
|
|
Diskon |
|
||
|
|
Jumlah Bayar |
|
||
Petugas : …………………………..
Basis Data Belum Ternormaliasasi
Mendasar pada faktur yang tertera di atas, maka gambaran database yang belum ternormalisasi adalah sebagai berikut :
1. Tabel yang memiliki field dengan banyak data / tidak tunggal
|
Tanggal |
Nama_pelanggan |
Daftar_Belanja |
|
|
05070101 |
29/05/07 |
Pitoyo |
Bedak, Beras, Minyak Tanah, Buku |
|
05070102 |
29/05/07 |
Bowo |
Baby Oil, Garam, Gula, Pensil |
|
05070103 |
30/05/07 |
Erlina |
Sikat gigi, Sabun, Odol, Sampo |
|
06070001 |
01/06/07 |
Dayat |
Beras |
2. Tabel dengan field yang mengalami repeating groups
|
No_Faktur |
Tanggal |
Nama_pelanggan |
Belanja1 |
Harga1 |
Belanja2 |
Harga2 |
Belanja3 |
Harga3 |
Belanja4 |
Harga4 |
|
05070101 |
29/05/07 |
Pitoyo |
Bedak |
1500 |
Beras |
10000 |
Minyak Tanah |
3500 |
Buku |
2000 |
|
05070102 |
29/05/07 |
Bowo |
Baby Oil |
5600 |
Garam |
2500 |
Gula |
4000 |
Pensil |
1500 |
|
05070103 |
30/05/07 |
Erlina |
Sikat gigi |
12000 |
Sabun |
2500 |
Odol |
13000 |
Sampo |
16000 |
|
06070001 |
01/06/07 |
Dayat |
Beras |
25000 |
|
|
|
|
|
|
Walaupun susunan tabel data di atas belum menampilkan keseluruhan atribut dari bentuk faktur yang tertera pada soal ini, tetapi ia telah dapat menggambarkan bentuk basis data yang belum ternormalisasi, karena suatu relasi memenuhi 1-NF jika dan hanya jika setiap atribut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris / record dan tidak mengalami repeating groups.
First Normal Form (1-NF)
Implementasi 1-NF dari table data yang belum ternormalisasi di atas adalah dengan cara mengeliminasi keberadaan repeating groups dan dekomposisi relasi menjadi dua atau lebih dengan syarat “tidak boleh ada informasi yang hilang karena proses dekomposisi”
Adapun caranya adalah :
1. Membuat 3 tabel yang memiliki fungsi sebagai berikut :
- TBFaktur, berfungsi untuk menyediakan atribut-atribut yang bersifat atomic dari tiap nomor faktur (ID_Faktur), seperti : Tanggal, Nama_Pelanggan, Total_Bayar, Diskon dan Nama_Petugas
- TBProduk, berfungsi untuk menyediakan atribut-atribut yang berulang atau tidak bernilai tunggal pada tiap nomor faktur (ID_Faktur), seperti : Nama_Barang dan harga
- TBTransaksiDetail, berfungsi sebagai penghubung antara nomor faktur (ID_Faktur) dengan kode barang (ID_Barang) agar proses dekomposisi tidak menyebabkan kerusakan informasi.
2. Menentukan type data dari tiap atribut dan membuat digram relasional sebagai berikut
3. Pada table TBTransaksiDetail terdapat atribut “Harga” yang berfungsi untuk menyimpan harga per transaksi, sedangkan atribut “Harga_Default” yang terdapat pada table TBProduk adalah atribut yang berfungsi untuk menyimpan harga barang terbaru dari tiap jenis barang. Hal ini berguna untuk mengantisipasi adanya perubahan harga barang dari waktu ke waktu.
4. Primary key yang digunakan pada TBTransaksiDetail adalah “ID_Transaksi”. Atribut kunci tersebut merupakan candidate key yang dibentuk dari superkey hasil penggabungan 2 atribut yaitu : ID_Faktur dan ID_Barang
Second Normal Form (2-NF)
Suatu relasi berada dalam 2nd normal form jika dan hanya jika :
<–>Berada dalam bentuk first normal form (1-NF)
<–>Semua atribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya dengan kunci primer (Primary Key)
Jika ditelaah kembali relasi bentuk 1-NF yang telah dibuat sebelumnya, maka atribut bukan kunci pada table TBFaktur yang tidak memiliki dependensi sepenuhnya dengan primary key (ID_Faktur), yaitu : “Nama_Petugas”.
Oleh sebab itu dekomposisi relasi perlu dilakukan kembali dengan cara :
- Mengeliminasi atribut “Nama_Petugas” dari table TBFaktur
- Membuat tabel TBPetugas, menyediakan atribut-atribut yang terkait dengan identitas dan data pelanggan
Third Normal Form (3-NF)
Pada Second Normal Form (2-NF) atribut yang terkait dengan “Nama_Pelanggan” tidak didekomposisi dari table TBFaktur karena atribut tersebut masih memiliki dependensi fungsional dengan primary key (ID_Faktur) karena tiap nomor faktur akan berbeda untuk tiap pembeli/pelanggan.
Tetapi pada tahap 3-NF (Third Normal Form), atribut “Nama_Pelanggan” harus didekomposisi relasi karena pada tahap ini atribut bukan kunci tidak boleh ada yang berdependensi transitif dengan kunci primer.
Atribut “Nama_Pelanggan” dikatakan berdependensi transitif terhadap primary key (ID_Faktur) karena :
- ID_Pelanggan à Nama_Pelanggan (Nama_Pelanggan berdependensi fungsional terhadap ID_Pelanggan)
- ID_Faktur à ID_Pelanggan (ID_Pelanggan berdependensi fungsional terhadap ID_Faktur, karena tiap nomor faktur akan dikeluarkan untuk suatu ID_Pelanggan tertentu)
- Sehingga dikatakan bahwa ID_Faktur memiliki dependensi transitif terhadap atribut Nama_Pelanggan
Berdasarkan analisa di atas maka diagram relational hasil penerapan Third Normal Form adalah sebagai berikut :
PENERAPAN BAHASA SQL PADA REPORT
SQL yang Digunakan Untuk Membuat Report “Faktur Pembelian Barang”
SELECT TBTransaksiDetail.ID_Faktur, TBFaktur.Tanggal, TBPelanggan.Nama_Pelanggan, TBProduk.Nama_Barang, TBTransaksiDetail.Jumlah, TBTransaksiDetail.Harga, ([Jumlah]*[Harga]) AS Total_perUnit, TBFaktur.Diskon, ([Diskon]*[Jumlah]*[Harga]) AS UangDisc, TBFaktur.Diskon, TBPetugas.Nama_Petugas
FROM TBProduk
INNER JOIN (TBPetugas
INNER JOIN (TBPelanggan
INNER JOIN (TBFaktur
INNER JOIN TBTransaksiDetail
ON TBFaktur.ID_Faktur = TBTransaksiDetail.ID_Faktur)
ON TBPelanggan.ID_Pelanggan = TBFaktur.ID_Pelanggan)
ON TBPetugas.ID_Petugas = TBFaktur.ID_Petugas)
ON TBProduk.ID_Barang = TBTransaksiDetail.ID_Barang;
keterangan :
Pada SQL diatas terdapat beberapa atribut baru yang dibuat yaitu :
–>Total_perUnit, digunakan untuk menghitung total dari sejumlah jenis barang yang dibeli (Rumus Total_perUnit : Jumlah * Harga)
–>UangDisc, digunakan untuk menghitung besarnya potongan harga dari tiap barang yang dibeli (Rumus UangDisc : Diskon * Jumlah * Harga)